Ayah Tukang Jahit Disabilitas Yang Berjuang Demi Istri Dan Anak
Difabel
Rp 764,000
telah terkumpul dari Rp 30,000,000
14 Donatur
Hingga 31 Mei 2026
Bagikan Campaign
Deskripsi Campaign
“Kalau saya berhenti berusaha, keluarga saya mau makan apa?”
Pa Cucu berusia 35 tahun. Sejak lahir, ia hidup dengan disabilitas di tangan dan kakinya tidak bisa ditekuk, sulit berjalan, bahkan berdiri pun harus bersandar pada tembok terlebih dahulu. Untuk minum air saja, tangannya kerap tak mampu menggenggam dengan kuat hingga air tumpah. Untuk buang air, ia membutuhkan kursi kecil agar bisa bertahan.

Ia tinggal di rumah orang tuanya bersama ayah, istri, dan seorang anak yang masih berusia 2 tahun. Ibunya telah meninggal dunia tiga tahun lalu. Sejak saat itu, Pa Cucu memikul peran sebagai tulang punggung keluargameski dengan tubuh yang tak pernah benar-benar kuat.
Sudah tiga tahun terakhir Pa Cucu bekerja sebagai penjahit. Ia hanya mampu menjahit tas dan mempermak pakaian sederhana. Pekerjaannya pun bukan milik sendiri ia bergantung pada orderan dari usaha orang lain. Penghasilannya tak menentu. Paling besar hanya sekitar Rp60.000, paling sedikit Rp15.000, bahkan sering kali tidak ada sama sekali. Pernah selama seminggu penuh, tak satu pun orderan datang.
Pa Cucu sering berkeliling dari rumah ke rumah menawarkan jasa jahitnya. Ia tetap berjalan meski kaki terasa sakit, meski panas dan hujan. Jika tak punya uang untuk makan, ia hanya minum air putih untuk menahan lapar. Pernah, Pa Cucu dan keluarganya hanya makan nasi dengan garam. Susu anaknya kini tinggal setengah dan sering tak bisa dibeli lagi.

Pernah ada orang yang berkata, “Kondisi seperti itu bisa usaha apa?” Kata-kata itu sering terngiang di kepalanya, membuatnya bertanya-tanya mengapa ia dilahirkan seperti ini. Bahkan pernah, anak kecil melempari dirinya dengan batu. Pa Cucu juga pernah terjatuh hingga terluka karena tongkat jalannya tersandung batu.
Sering kali, Pa Cucu pulang ke rumah dengan tangan kosong. Ia merasa sedih dan bersalah pada istrinya, lalu meminta maaf karena tak membawa uang untuk makan. Istrinya selalu menerima dengan sabar. Jika Pa Cucu benar-benar tak punya apa-apa, ayahnya ikut membantu dengan menjual beras yang ada di rumah padahal sang ayah baru saja pulih dari operasi lambung bocor.
Di balik semua kesulitan itu, Pa Cucu tetap berusaha kuat. Ia bahkan sering menyemangati sesama penyandang disabilitas agar tidak menyerah. Jika ada rezeki lebih, meski sedikit, ia masih mau berbagi dengan mereka yang lebih membutuhkan.
Pa Cucu hanya memiliki satu harapan sederhana: memiliki usaha jahit sendiri, agar tidak terus bergantung pada orang lain dan bisa memberi kehidupan yang lebih layak untuk keluarganya. Jangan biarkan Pa Cucu terus berjuang sendirian dengan keterbatasannya.
Sobat Berdampak! Mari wujudkan mimpi dan harapan pak cucu lewat campaign dan program Semua Berhak Dirayakan. Kalian dapat berpartisipasi dengan menyebarkan campaign ini dan berdonasi dengan cara:
Klik Tombol Donasi Sekarang
Masukkan nominal donasi
Pilih metode pembayaran
Dapatkan Laporan Via Email

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Informasi Campaigner
Campaigner
Ayo Kita Peduli
Campaigner Terverifikasi
Social Media Campaigner
Informasi Lainnya
| Provinsi | - |
|---|---|
| Kabupaten/Kota | - |
Kabar Campaign

Belum ada kabar terbaru dari campaign ini.
Para Donatur
Anonymous
Pada 19 April 2026
Telah Berdonasi
Rp 10,000Anonymous
Pada 19 April 2026
Telah Berdonasi
Rp 50,000Anonymous
Pada 18 April 2026
Telah Berdonasi
Rp 30,000Dyah
Pada 18 April 2026
Telah Berdonasi
Rp 250,000Anonymous
Pada 18 April 2026
Telah Berdonasi
Rp 50,000Do'a dan Pesan Donatur
Anonymous
Pada 19 April 2026
Sembuh dari penyakit
Anonymous
Pada 19 April 2026
Semoga diberi kemudahan dan Masuk surganya Allah
Dyah
Pada 18 April 2026
Rabbana taqabbal minna innaka antas sami'ul alim
Anonymous
Pada 17 April 2026
Tetap semangat Bpk Cucu, sehat selalu, semoga dari donasi bisa dapat modal usaha
Anonymous
Pada 17 April 2026
Semoga Allah angkat derajat pak Cucu dan keluarga
Laporkan Campaign
Menemukan sesuatu yang mencurigakan tentang campaigner ini? Laporkan kepada kami.