Bantu Bocah Penjual Kue Berjuang Demi Bantu Orangtua Berobat
Kemanusiaan
Rp 20,000
telah terkumpul dari Rp 30
2 Donatur
Hingga 31 Maret 2026
Bagikan Campaign
Deskripsi Campaign
Berjuang Demi Sekolah dan Harapan Hidup Lebih Layak
Namanya Nia, usianya baru 11 tahun dan saat ini masih duduk di bangku kelas 5 SD. Di usia yang seharusnya ia habiskan untuk bermain dan belajar, setiap hari sepulang sekolah ia memikul keranjang dagangan keliling dari siang hingga malam.
Setiap harinya, Dek Nia berjualan kue-kue kecil seperti onde-onde, cireng, bolu kukus, pisang aroma, dan kripik. Ia tidak membuat kue-kue ini sendiri, melainkan mengambil dari orang lain, lalu menjualnya dari jam 12 siang sepulang sekolah hingga malam—kadang sampai jam 9, meski hujan atau pundaknya sakit karena beratnya keranjang yang ia bawa.
“Kalau dagangannya gak habis, nanti Mamah gak punya uang,” begitu ucap Nia yang selalu menyerahkan seluruh hasil jualannya kepada sang ibu.
Nia tinggal bersama kedua orang tua dan dua adiknya, Juna (kelas 2 SD) dan Rena (4 tahun). Ayahnya bekerja sebagai driver ojek online, sedangkan ibunya juga berjualan kue seperti Nia. Kondisi ekonomi keluarga mereka sangat terbatas, apalagi sejak sang ibu mengalami kecelakaan saat hamil dan harus berhenti dari pekerjaannya sebagai sales.

Sejak saat itulah, Nia memilih untuk ikut membantu orang tua dengan berjualan. Bahkan saat libur sekolah, Nia berjualan dari pagi sampai malam, dan mengerjakan PR-nya larut malam, kadang sampai tengah malam dalam kondisi mengantuk dan kelelahan.
Nia juga tak luput dari ujian hidup lainnya. ia pernah dibully di sekolah karena berjualan dan memakai kacamata. Tak hanya itu, Nia juga pernah ditipu saat berjualan dengan uang palsu Rp50.000 dan Rp100.000. Nia alami kecelakaan, kakinya tergeleng motor saat menyebrang dan malah dimarahi pengendara. Nisa pun mengidap epilepsi sejak bayi, tapi sudah lama tidak minum obat karena biaya satu botol obatnya Rp200.000. Adik-adiknya juga mengidap asma, namun tetap ikut membantu jualan saat mampu.
Kadang Nia dan Juna hanya punya uang Rp5.000 untuk beli makan, cukup hanya untuk sebungkus nasi. Jika harus berbagi, maka salah satu dari mereka tidak makan.
Meski penuh keterbatasan, Nia tetap semangat berjualan karena ingin membantu keluarga dan melihat adik-adiknya tetap bisa makan. Ia ingin ibunya tidak lagi harus berjualan keliling sambil menggendong adiknya.
Sobat Berdampak, Nek Titi berhak menikmati kehidupan yang layak di sisa hidupnya. Ayo kita berikan beliau uluran tangan dan bantu dengan cara:
1. Klik “Donasi Sekarang;
2. Masukan nominal donasinya;
3. Pilih metode pembayaran;
4. Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Informasi Campaigner
Campaigner
Ayo Kita Peduli
Campaigner Terverifikasi
Social Media Campaigner
Informasi Lainnya
| Provinsi | JAWA BARAT |
|---|---|
| Kabupaten/Kota | KOTA BANDUNG |
Kabar Campaign

Belum ada kabar terbaru dari campaign ini.
Para Donatur
Anonymous
Pada 27 Februari 2026
Telah Berdonasi
Rp 10,000Anonymous
Pada 26 Februari 2026
Telah Berdonasi
Rp 10,000Do'a dan Pesan Donatur
Anonymous
Pada 26 Februari 2026
Semangat&sukses dek, semoga bapak, kakak, adik bahagia disurga, saya disegerakan menikah dengan jodoh terbaik dari ALLAH, membahagiakan ibu, ibu sehat, panjang umur, bermanfaat bagi sesama, sukses dunia akhirat, dilimpahkan rejekinya agar selalu berbagi aamiin
Laporkan Campaign
Menemukan sesuatu yang mencurigakan tentang campaigner ini? Laporkan kepada kami.