KAKI PENGKOR! Pak Uma Tetap Berjualan Korek Dengan Upah 2 Ribu

KAKI PENGKOR! Pak Uma Tetap Berjualan Korek Dengan Upah 2 Ribu

Kemanusiaan

Rp 4,200,000

telah terkumpul dari Rp 35,000,000

69 Donatur

Bagikan Campaign

AyoKitaPeduli.kawanbantu.com/bantupakumaberjuangkwb

Deskripsi Campaign

Bayangkan hidup tanpa pilihan, Itulah yang dialami Pak Uma. Di usianya yang kini 40 tahun, Pak Uma menjalani hari-harinya dengan tubuh yang tak lagi sempurna. Sejak kecil ia mengidap polio. Kakinya mengecil, tak mampu menopang tubuhnya dengan normal. Dulu, ia bahkan harus berpindah tempat dengan merangkak dan mengandalkan kedua tangannya seperti bayi.
Hari ini, ia bisa berdiri dan berjalan itu pun dengan bantuan tongkat, hasil perjuangan yang baru ia pelajari 5 tahun terakhir. Namun luka Pak Uma bukan hanya pada tubuhnya. Sejak usia 7 tahun, ia merasa ditipu. Ia dijanjikan sekolah dan kehidupan yang lebih baik. Tapi yang ia dapatkan justru sebaliknya. Selama 28 tahun, Pak Uma dijadikan pengemis. Tidak pernah ada sekolah. Tidak ada pendidikan. Tidak ada kesempatan mendapat hidup lebih baik. 

 Ia hanya diajarkan satu hal: menuruti perintah. Akibatnya, hingga kini Pak Uma kesulitan berbicara dengan orang baru. Ia lebih sering mengangguk, karena sejak kecil ia terlalu sering dikekang. Keluarganya baru mengetahui kebenaran pahit itu 5 tahun yang lalu. Selama puluhan tahun, mereka mengira Pak Uma hidup layak di kota. Padahal, ia hanya diberi makan seadanya, hidup tanpa masa depan.

 

Kini, Pak Uma mencoba bangkit. Dengan modal Rp50.000 dari kakaknya, ia mulai berjualan korek api.

Ia menjual 3 pcs korek api seharga Rp6.000, dengan keuntungan hanya Rp2.000. Artinya ia harus berjualan berjam-jam, dari pukul 12 siang hingga 10 malam, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sangat sederhana: makan, bayar kontrakan, dan mengirim sedikit uang untuk ibunya di kampung yang sudah tidak mampu bekerja.

Tapi kenyataannya tidak semudah itu, ada hari-hari di mana tidak ada satu pun pembeli. Dan di hari seperti itu Pak Uma hanya bisa menahan lapar. Makan 2 kali sehari pun sudah menjadi kemewahan baginya. Pak Uma kini tinggal bersama kakaknya, mengontrak rumah sederhana dengan biaya Rp600.000 per bulan. tapi kontrakan mereka sering berpindah-pindah karena tak mampu membayar. ‘

Risiko di jalanan pun selalu mengintai. Pak Uma pernah terjatuh hingga kakinya sobek dan harus dijahit. Ia tidak bisa berjualan selama 3 bulan, yang berarti tidak ada pemasukan sama sekali. Ia juga pernah tertabrak mobil saat berjualan. Belum lagi ancaman dari preman yang kerap meminta uang. Jika tidak diberi, Pak Uma dimarahi.

Di tengah segala keterbatasan itu, ia tetap bertahan. Namun dari semua kesulitan yang ia alami, ada satu hal yang paling membuat hatinya hancur: Saat ia tidak bisa mengirim uang untuk ibunya.
Cita-cita Pak Uma sebenarnya sangat sederhana Ia ingin pulang, Ia ingin tinggal bersama ibunya… Dan jika memungkinkan, ia ingin membuka warung kecil… agar bisa menghidupi ibunya tanpa harus berpisah jarak.

Sobat Berdampak! Pak Uma sudah kehilangan 28 tahun hidupnya. Jangan biarkan sisa hidupnya juga dihabiskan dalam penderitaan yang sama.

Hari ini, kita masih punya kesempatan untuk membantu Pak Uma. Karena bagi Pak Uma setiap hari tanpa bantuan berarti; lebih banyak rasa lapar, lebih banyak risiko di jalanan, dan semakin jauh dari mimpinya untuk membahagiakan ibunya. 

 

Yuk ulurkan tangan terbaikmu dengan berdonasi sekarang.

Semoga setiap kebaikan yang kita berikan menjadi amal yang terus mengalir.

Klik Donasi Sekarang;

Masukan nominal donasinya;

Pilih metode pembayaran;

Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

 *Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Informasi Campaigner

Kabar Campaign

No Data

Belum ada kabar terbaru dari campaign ini.

Para Donatur

Anonymous

Pada 19 April 2026

Telah Berdonasi

Rp 20,000

Kian andhika pratama

Pada 19 April 2026

Telah Berdonasi

Rp 100,000

Anonymous

Pada 19 April 2026

Telah Berdonasi

Rp 75,000

Anonymous

Pada 19 April 2026

Telah Berdonasi

Rp 50,000

Anonymous

Pada 18 April 2026

Telah Berdonasi

Rp 50,000

Do'a dan Pesan Donatur

Kian andhika pratama

Pada 19 April 2026

Semoga bermanffat untuk pak uma

Anonymous

Pada 18 April 2026

Semoga bantuan segera dapat tersalurkan dan bapak bs menjalani kehidupan lebih baik dari sekarang.

Sudjatmiko Kurniadi

Pada 17 April 2026

Bismillah...Ya Allah berikanlah kekuatan dan kesehatan utk Pak Uma dan bukakanlah pintu rezeki seluas2nya utk Beliau Ya Razzaq...Ya Wahhab...

Asep

Pada 15 April 2026

Semoga membantu

Anonymous

Pada 15 April 2026

dilimpahruahkan rezekinya ya, pak. diangkat derajatnya sama Allah, mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dari sekarang. aamiin allahumma aamiin

Laporkan Campaign