SEPI PELANGGAN! Bantu Lansia Tukang Gali Kuburan Yang Hidup Sengsara
Kemanusiaan
Rp 110,000
telah terkumpul dari Rp 35,000,000
3 Donatur
Bagikan Campaign
Deskripsi Campaign
Sudah belasan tahun sejak Abah Sarpan menjadi seorang tukang gali panggilan di sekitar Kota Bandung. Di usianya yang sudah renta, ia tetap berjuang untuk membiayai istri serta anaknya di kampung.
Berasal dari Majalengka, Abah Sarpan merantau jauh dengan berharap dapat mengubah perekonomian keluarganya yang tidak berkecukupan. Sebelum nya abah Sarpan bekerja sebagai kuli bangunan, namun tubuhnya kini sudah tidak kuat dan sering sakit-sakitan apabila melakukan pekerjaan berat.

Segala macam pekerjaan yang berhubungan dengan galian dan lahan ia kerjakan. Namun seiring berkembangnya zaman, sangatlah sulit hidup di tengah kota besar hanya dengan bekerja sebagai tukang gali panggilan. Dengan penghasilan yang tidak menentu, Abah Sarpan bertahan hidup dengan menumpang istirahat di kios tambal ban dan tidur di semacam meja kecil dengan hanya beralaskan karpet dan bantal, tanpa ada kasur sama sekali.
Karena bukan pekerjaan yang mendapat penghasilan setiap hari, seringkali abah Sarpan hanya berdiam diri di pinggir jalan karena tidak mendapatkan panggilan untuk menggali. Pernah satu bulan penuh abah Sarpan tidak mendapatkan panggilan sama sekali sehingga ia berakhir pulang kampung dengan merugi. Dari setiap panggilan gali nya, abah Sarpan diberi upah sebesar 50.000 tergantung ukuran lahan yang digali. Terakhir abah hanya mendapatkan panggilan beberapa hari lalu dengan bayaran seikhlasnya.

Jika tak mendapatkan satupun panggilan, abah Sarpan hanya bisa menahan lapar dan berpuasa dari pagi hingga sore sambil menunggu di pinggir jalan. Sebenarnya di usianya yang saat ini sudah renta, abah Sarpan ingin memiliki usaha sendiri yang tidak mengharuskannya pergi merantau dari kampung halamannya. Belum lagi Abah Sarpan mengalami pengalaman-pengalaman tidak mengenakkan selama menjadi tukang gali panggilan. Beberapa kali abah Sarpan direndahkan dan diperlakukan dengan semena-mena, namun dibalik semua itu, dirinya tetap melakukan pekerjaan tersebut karena ada nasi yang harus dibeli dan ada keluarga yang harus diberi makan.
Abah Sarpan memiliki cita - cita untuk memiliki usaha sendiri dan menjadi peternak domba kecil-kecilan agar dapat bekerja sambil menjaga keluarganya di Majalengka sehingga tidak harus merantau ke Bandung lagi. Namun keinginan beliau belum dapat terpenuhi karena kebutuhan sehari-hari pun belum terpenuhi. Abah Sarpan berharap mimpinya dapat terwujud agar bisa memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya.
Hai sahabat berdampak, mari sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Abah Sarpan. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha serta bantuan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
Klik “Donasi Sekarang;
Masukan nominal donasinya;
Pilih metode pembayaran;
Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdayar. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Informasi Campaigner
Campaigner
Ayo Kita Peduli
Campaigner Terverifikasi
Social Media Campaigner
Informasi Lainnya
| Provinsi | JAWA BARAT |
|---|---|
| Kabupaten/Kota | KOTA BANDUNG |
Kabar Campaign

Belum ada kabar terbaru dari campaign ini.
Para Donatur
Anonymous
Pada 5 Maret 2026
Telah Berdonasi
Rp 50,000Nr
Pada 5 Maret 2026
Telah Berdonasi
Rp 50,000Anonymous
Pada 5 Maret 2026
Telah Berdonasi
Rp 10,000Do'a dan Pesan Donatur
Anonymous
Pada 5 Maret 2026
Bismillah semoga bermanfaat walaupun sedikit
Laporkan Campaign
Menemukan sesuatu yang mencurigakan tentang campaigner ini? Laporkan kepada kami.