Lansia dengan Mata Hampir Buta Terus Jualan di Jalanan
Kegiatan Sosial
Rp 1,061,000
telah terkumpul dari Rp 70,000,000
14 Donatur
Hingga 03 April 2026
Bagikan Campaign
Deskripsi Campaign
Abah Awih (73) memegang satu ikat sutil dagangannya sambil menahan gemetar di tangannya. Penglihatannya sudah tinggal setengah karena mata kanan buta total dan yang kiri mulai buram. Namun begitu Ia tetap berdiri di pinggir jalan, berharap ada satu dua orang yang membeli dagangannya.
Dua puluh tahun ia keliling berjualan. Dulu ia masih kuat berdiri sampai malam. Sekarang ia hanya sanggup sampai sore. Asam urat membuat setiap langkah terasa seperti ditusuk. Ia pernah berjalan pulang sangat jauh karena tak ada satu pun pembeli. Kaki bengkak dan napas tersengal. Namun ia tetap memaksa pulang karena keluarganya menunggu.
Keuntungan yang ia dapat kecil. Sutil dan serok memberi untung Rp10.000 sampai Rp15.000. Satu ikat karung belanja hanya memberi Rp1000 sampai Rp5000. Jika sedang beruntung, ia membawa pulang Rp200.000 sampai Rp300.000. Banyak hari lain ia pulang tanpa uang sepeser pun.
Pendapatannya tidak selalu cukup untuk biaya perjalanan pulang ke rumahnya di luar kota. Ketika tidak cukup, ia tidur di rumah saudaranya yang sempit. Lantainya tanah. Dindingnya kayu. Ia tinggal di sana sampai ada uang untuk kembali melihat keluarganya. Yang ia pikirkan setiap malam tetap sama. Apakah istri dan cucu cucunya sudah makan hari itu?
Istrinya juga masih berjualan keliling. Penghasilannya sekitar Rp100.000 per hari sebelum dipotong setoran. Cucu mereka tiga orang. Masih sekolah dan membutuhkan biaya. Abah ingin mereka tetap belajar. Ia ingin istrinya berhenti berjualan agar tidak kelelahan. Namun kondisi keuangan tidak pernah cukup.
Pernah suatu hari Abah ditabrak mobil. Barang dagangannya jatuh dan badannya lebam. Penglihatannya yang lemah membuat ia tidak sempat menghindar. Pelakunya pergi begitu saja. Ia hanya bisa mengumpulkan kembali serok dan karung yang berserakan di jalan.
Kemalangan lainnya, Ia pernah kehilangan sebagian jari saat bekerja di kebun, pernah ditipu sebesar Rp100.000. Ia menghadapi semua itu dengan tubuh yang makin rapuh. Tangannya gemetar ketika minum sampai air tumpah dan kakinya nyeri setiap hari. Ia hanya mampu membeli obat murah untuk mengurangi sakit.
Abah tidak meminta banyak. Ia hanya ingin keluarganya hidup lebih layak. Ia ingin cucunya tetap sekolah. Ia ingin istrinya berhenti keliling agar tidak harus merasakan sakit yang sama. Saat ini Abah menjalani hari dengan tenaga yang tersisa. Setiap rupiah yang ia dapat menentukan apakah ia bisa pulang, apakah ia bisa mengobati nyerinya, apakah keluarganya bisa makan.
Hai sobat berdampak, yuk sebarkan campaign ini dan berdonasi untuk membantu Abah Awih. Bantuan donasi akan disalurkan untuk paket pangan, modal usaha serta bantuan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :
Klik “Donasi Sekarang;
Masukan nominal donasinya;
Pilih metode pembayaran;
Dapatkan laporan via email.
Informasi Campaigner
Campaigner
Ayo Kita Peduli
Campaigner Terverifikasi
Social Media Campaigner
Informasi Lainnya
| Provinsi | JAWA BARAT |
|---|---|
| Kabupaten/Kota | KAB. GARUT |
Kabar Campaign

Belum ada kabar terbaru dari campaign ini.
Para Donatur
Anonymous
Pada 8 Maret 2026
Telah Berdonasi
Rp 25,000Atik
Pada 7 Maret 2026
Telah Berdonasi
Rp 100,000Anonymous
Pada 20 Februari 2026
Telah Berdonasi
Rp 100,000Anonymous
Pada 20 Februari 2026
Telah Berdonasi
Rp 50,000Fia
Pada 19 Februari 2026
Telah Berdonasi
Rp 100,000Do'a dan Pesan Donatur
Anonymous
Pada 19 Februari 2026
sedikit semoga bermanfaat buat kakek yah. Semoga diberi kesembuhan untuk bapak aku yg sedang sakit 🤲🏻 amin
Anonymous
Pada 19 Februari 2026
semoga bermanfaat pak maaf sdkit🥺 panjang umur yah bapak 😇
Laporkan Campaign
Menemukan sesuatu yang mencurigakan tentang campaigner ini? Laporkan kepada kami.